{"id":886,"date":"2019-11-20T13:46:58","date_gmt":"2019-11-20T06:46:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/?page_id=886"},"modified":"2019-11-20T15:30:18","modified_gmt":"2019-11-20T08:30:18","slug":"lambang","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/?page_id=886","title":{"rendered":"Lambang"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"IN\">Lambang-Lambang K<\/span><\/strong><strong><span lang=\"IN\">emanusiaan<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span lang=\"IN\">Sejarah La<\/span><\/strong><strong><span lang=\"IN\">mban<\/span><\/strong><strong><span lang=\"IN\">g<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span lang=\"IN\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.pmi.or.id\/images\/sejarah%20lambang2.jpg\" width=\"233\" height=\"174\" border=\"0\" \/><\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Pa<\/span><span lang=\"IN\">da tah<\/span><span lang=\"IN\">u<\/span><span lang=\"IN\">n 1859,<\/span><span lang=\"IN\"> k<\/span><span lang=\"IN\">etika melakukan perjalanan di Italia, seorang pengusaha Swiss bernama Henry Dunant menyaksikan akibat mengerikan dari Perang Solferino. Sekembalinya di Jenewa, Dunant menuliskan apa yang disaksikannya itu dalam sebuah buku berjudul A Memory of<\/span><span lang=\"IN\"> Solferino (Kenangan dari Solferino). Dalam buku ini Dunant mengajukan dua usulan untuk membantu korban perang:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">P<\/span><span lang=\"IN\">er<\/span>lunya p<span lang=\"IN\">ad<\/span><span lang=\"IN\">a masa damai didirikan kelompok<\/span><span lang=\"IN\"> relawan di setiap negara supaya mereka siap merawat korban pada masa perang<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Perlunya ne<\/span><span lang=\"IN\">g<\/span><span lang=\"IN\">ar<\/span><span lang=\"IN\">a-<\/span><span lang=\"IN\">negara menyepakati pemberian perlindungan bagi para petugas pertolongan dan para korban di medan pertempuran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span lang=\"IN\">Usulan pertama terwujud de<\/span><span lang=\"IN\">ngan dibentuknya Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah (Perhimpunan Nasional) di banyak negara. Dewasa ini, Sebanyak 190 Perhimpunan Nasional telah diakui oleh Gerakan Palan<\/span><span lang=\"IN\">g Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Gerakan). Usulan kedua terwujud dengan disusunnya empat buah Konvensi Jenewa 1949, yang dewasa ini telah disetujui oleh semua negara di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Pada tahun 1863 berlangsung Konferensi Internasional I di Jenewa Swiss yang dihadiri oleh 16 negara. Negara-negara menyadari perlunya tanda yang sama untuk anggota kesatuan medis militer. Tanda itu harus berstatus netral da<\/span><span lang=\"IN\">n dapat menjamin perlindungan terhadap mereka di medan perang.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Sebagai bentuk pengh<\/span><span lang=\"IN\">ormatan terhadap negara Swiss, Konferensi Internasional sepakat menggunakan lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai Tanda Pengenal untuk kesatuan medis militer dari setiap negara. Lambang tersebut diambil dari warna kebalikan bendera nasional Swiss, palang putih diatas dasar merah.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Pada tahun itu pula Komite In<\/span><span lang=\"IN\">ternasional untuk Pertolongan Bagi Tentara yang Terluka berganti nama menjadi Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross) atau ICRC.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Pada 1864, Lambang Palang Merah sebagai Tanda Pengenal dan Tanda Pelindung\u00a0 bagi anggota kesatuan medis militer diadopsi ke dalam Konvensi Jenewa I tentang \u201cPerlindungan bagi anggota militer yang luka dan sakit di meda pertempuran darat\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Setelah diadopsi, Lambang Palang Merah diartikan sebagai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span lang=\"IN\">Lambang Pembeda; ada pembedaan yang nyata antara kesatuan tempur (kombatan) dan kesatuan medis (non kombatan).<\/span><\/li>\n<li><span lang=\"IN\">Lambang yang netral; pemberian satu tanda yang sama bagi seluruh anggota kesatuan medis militer di setiap negara, memberikan mereka status netral<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span lang=\"IN\">Dalam <strong>UU no.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan<\/strong>, yang menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan kepalangmerahan, lambang Palang Merah berfungsi sebagi Tanda Pelindung \u00a0digunakan pada masa konflik bersenjata dan Tanda Pengenal digunakan \u00a0pada masa damai, dengan ukuran Tanda Pengenal harus lebih kecil daripada tanda Pelindung dan penggunaannya setelah mendapat izin dari Panglima Tentara Nasional Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><strong>INDEKS ARTIKEL<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/lambang\/\">Lambang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/lambang\/penggunaan-lambang\/\">Penggunanaan Lambang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/lambang\/penyalahgunaan-lambang\/\">Penyalahgunaan Lambang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/lambang\/ruu-lambang-palang-merah\/\">RUU Lambang Palang Merah<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/lambang\/penerapan-identitas-pmi\/\">Penerapan Identitas PMI<\/a><\/p>\n<p>Source by: <a href=\"http:\/\/www.pmi.or.id\">www.pmi.or.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lambang-Lambang Kemanusiaan Sejarah Lambang Pada tahun 1859, ketika melakukan perjalanan di Italia, seorang pengusaha Swiss bernama Henry Dunant menyaksikan akibat mengerikan dari Perang Solferino. Sekembalinya di Jenewa, Dunant menuliskan apa yang disaksikannya itu dalam sebuah buku berjudul A Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino). Dalam buku ini Dunant mengajukan dua usulan untuk membantu korban perang: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":880,"parent":0,"menu_order":1,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-886","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=886"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/886\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ksrpmi.orgs.telkomuniversity.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}